Pages

Jumat, 30 September 2011

Sebatas Tahu Sama Tahu

Empat tahun yang lalu kita pernah saling mengutarakan isi hati kita masing masing. Namun, kita tak pernah menjalin hubungan yang spesial. Ya, hanya sebatas tahu sama tahu.

Banyak cerita yang tidak kita ketahui karena besarnya rasa munafik kita. Ya, munafik untuk saling memiliki. Dan sekarang kita hadir dan bertemu melalui sebuah media, dimana media tersebut memang sangat mudah untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Kita terakhir bertemu dibulan Februari, tepatnya disebuah Rumah Sakit.

Kau memulai sebuah pembicaraan, kau mulai sebuah pertanyaan. Aku lanjutkan pembicaraan, aku jawab pertanyaan. Pertanyaan itu pun hanya sekedar saling ingin mengetahui bagaimana hubungan kita dengan masing masing pasangan kita.

Kau terlebih dulu selesai, aku belum lama selesai. Kau bicara tentang jodoh. Kau bilang "kalo emang jodoh gak kemana".

Sekarang aku pun tak akan pernah tahu. Apa mungkin semua rasa yang dulu kita saling tahu sama tahu, masih tetap ada? Ya, meskipun itu hanya sekecil debu. Debu yang mudah hilang jika tertiup angin, debu yang mudah hinggap jika lama terdiam. Terdiam dari absurdnya suasana hati.

Aku tawarkan kau sebuah kopi, dan aku memilih beer. Kau bilang kita bertolak belakang. Aku bilang "iya, kita memang selalu bertolak belakang". Dan kau hanya berkata "sempet sempetnya".

Dulu kita tahu sama tahu. Dan kini? Hanya diri kita masing masing yang tahu. Sampai sekarang cerita kita hanya sebatas misteri. Misteri dari sebuah ke munafikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar