Pages

Jumat, 30 September 2011

Sebatas Tahu Sama Tahu

Empat tahun yang lalu kita pernah saling mengutarakan isi hati kita masing masing. Namun, kita tak pernah menjalin hubungan yang spesial. Ya, hanya sebatas tahu sama tahu.

Banyak cerita yang tidak kita ketahui karena besarnya rasa munafik kita. Ya, munafik untuk saling memiliki. Dan sekarang kita hadir dan bertemu melalui sebuah media, dimana media tersebut memang sangat mudah untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Kita terakhir bertemu dibulan Februari, tepatnya disebuah Rumah Sakit.

Kau memulai sebuah pembicaraan, kau mulai sebuah pertanyaan. Aku lanjutkan pembicaraan, aku jawab pertanyaan. Pertanyaan itu pun hanya sekedar saling ingin mengetahui bagaimana hubungan kita dengan masing masing pasangan kita.

Kau terlebih dulu selesai, aku belum lama selesai. Kau bicara tentang jodoh. Kau bilang "kalo emang jodoh gak kemana".

Sekarang aku pun tak akan pernah tahu. Apa mungkin semua rasa yang dulu kita saling tahu sama tahu, masih tetap ada? Ya, meskipun itu hanya sekecil debu. Debu yang mudah hilang jika tertiup angin, debu yang mudah hinggap jika lama terdiam. Terdiam dari absurdnya suasana hati.

Aku tawarkan kau sebuah kopi, dan aku memilih beer. Kau bilang kita bertolak belakang. Aku bilang "iya, kita memang selalu bertolak belakang". Dan kau hanya berkata "sempet sempetnya".

Dulu kita tahu sama tahu. Dan kini? Hanya diri kita masing masing yang tahu. Sampai sekarang cerita kita hanya sebatas misteri. Misteri dari sebuah ke munafikan.

Selasa, 27 September 2011

Pembuktian Kekuasaan Uang

Manchester City akan menjalankan debut tandangnya yang pertama kalinya di Liga Champions saat menghadapi Bayern Munchen, di Allianz Arena, Pada hari Rabu 28 September 2011.

Pertandingan tersebut sekaligus sebagai pembuktian Manchester City, jika dia memang layak untuk berlaga di pentas sebesar Liga Champions sebagai pendatang baru.

Dipertandingan pertama Manchester City ditahan Imbang 1-1 oleh Napoli di kandang sendiri. Hasil tersebut jelas membuat banyak kalangan pengamat dan pencinta sepak bola, yang masih mempertanyakan mental para pemain Manchester City, yang berlabel pemain kelas dunia.

"Kami datang kemari Untuk menang, itu semua bisa terjadi. Tapi kami sadar itu bukanlah hal yang mudah" ujar Roberto Mancini di situs resmi Manchester City.

Jika Manchester City gagal mencuri poin penuh, ini bisa menjadi signal yang kuat, bahwa uang yang dikeluarkan secara jor-joran oleh sang pemilik klub yaitu Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, untuk membeli para pemain bintang seperti, Teves, Dzeko, Aguero, Nasri dan masih banyak lagi pemain bintang lainnya yang didatangkan ke City of Manchester Stadium. Tentu ini bukan sebuah solusi untuk membangun sebuah tim yang tangguh di level Internasional antar klub. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Roman Abramovich di Chelsea.

Tentu jelas Sheikh Mansour tidak ingin kejadian serupa menimpa klub miliknya, yang dia beli pada tahun 2008. Mengingat baru satu gelar yang diraih Manchester City di era kepemilikannya yaitu, Piala FA. Kemenang atas Bayern Munchen mutlak harus diraih oleh Pasukan Roberto Mancini.

Sabtu, 03 September 2011

Cinta Sejati itu Ada?

Terkadang manusia terlalu naif dalam mendefinisikan arti cinta.
Manusia sering kali terjerumus akan makna cinta yang sempit, bahkan bisa dikatakan dangkal.
Tidak selamanya cinta itu harus bersama sama dengan orang yang selalu dipuja.
Karena cinta bukanlah seperti lembaga pengadilan yang harus selalu dibuktikan.

Semua orang selalu menginginkan cinta yang sempurna. Tapi menurut saya tak ada cinta yang sempurna di dunia ini. cinta yang sempurna hanyalah milik Tuhan. kata kata manis selalu terucap dikala manusia sedang dalam euforia percintaannya. selalu mengatakan "aku bisa menerima kamu apa adanya" tapi lihatlah ketika waktu terus berjalan, semua itu bisa berubah dalam sekejap, dan kebebasa tak akan ada lagi. Bahkan egoisme akan menjadi momok yang sangat menakutkan. akal dan logika tak bisa lagi jalan secara bersamaan. Bahkan kita bisa lebih takut terhadap kekasih pujaan kita, ketimbang orang tua kita yang pasti akan selalu ada dikala kita sedih ataupun senang.

Apa kalian rela melepas kebebasan anda demi sebuah kecintaan terhadap pujaan hati?
menurutku itu hal yang bodoh. mungkin untuk waktu yang singkat kalian akan mengatakan "rela".
Tapi percayalah, lambat laun anda akan merindukan kebebasan. tapi bukan berarti kebebasan yang jauh dari kontrol hal positif.

Dan sekali lagi saya katakan cinta itu tidak selamanya harus dibuktikan. Tapi cukup dengan diresapi, dirasakan, dan dipahami. cinta yang tulus itu akan muncul dengan sendirinya. Tanpa harus selalu dibuktikan, lambat laun bukti cinta itu akan muncul dengan sendirinya.

Kamis, 01 September 2011

Akhirnya Jarwo ke Eropa

Ada dua anak muda yang terlahir dengan nasip yang berbeda. Namun merak berdua begitu akrab dan selalu bermain bersama. Dua anak itu bernama, Jarwo dan Jimmy. Jarwo terlahir dari keluarga yang serba kekurangan, Ayah nya hanya seorang kuli bangunan dan Ibu nya seorang pembantu Rumah Tangga. Sedangkan Jimmy terlahir dari keluarga yang mapan, Ayah nya seorang Dokter dan Ibu nya seorang Pegawai Negri. Jarak Rumah mereka tidaklah jauh, kurang lebih hanya berjarak tiga puluh meter. Saat siang mulai berganti sore, Jarwo selalu pergi ke lapangan yang tidak jauh dari Rumahnya. Disana setiap sore Jarwo berlatih sepak bola. Maklumlah, karena terlahir dari keluarga yang kurang mampu, Jarwo hanya menghabiskan hari harinya dengan berlatih sepak bola. Berbeda dengan Jarwo, Jimmy selalu disibukan dengan urusan sekolahnya. Namun jika sudah pulang sekolah, Jimmy selalu menyusul Jarwo yang sudah terlebih dahulu berada dilapangan. Dan tibalah Jimmy di Lapangan. "Hai, Jarwo!" Ujar Jimmy menyapa Jarwo di lapangan. "Cepat kau pakai sepatu bola mu, Jim!" Setelah Jimmy selesai memakai sepatu, mereka berdua melakukan pemanasan untuk meregangkan otot otot badan. Setelah selesai pemanasan mereka berdua memulai latihan dasar dengan melakukan passing passing dekat. Hampir setiap sore seperti itulah kegiatan mereka berdua. Jarwo memang memilik cita cita untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Berbeda dengan Jimmy, yang menyukai sepak bola sebatas hobi. Jimmy hanya ingin bercita cita menjadi Dokter, seperti Ayah nya. Setiap waktu Jarwo selalu berkhayal, kelak dia bisa menjadi pemain sepak bola profesional, karena menurut Jarwo hanya sepak bola lah yang bisa merubah nasip keluarganya. Suatu hari ada sebuah kompetisi antar kampung. Jimmy mengajak Jarwo untuk membentuk sebuah tim. "Jar, ada kompetisi nih, dikampung sebelah. Mau ikut gak?" ujar Jimmy kepada Jarwo. "Wahh boleh tuh Jim, ayo kita bentuk Tim!". Kemudian Jarwo dan Jimmy mulai mencari tambahan pemain untuk masuk kedalam Tim nya. Dan mereka berdua berhasil mendapatkan pemain yang dibutuhkan. Ceritanya Bersambung dulu yaa!..

Sejarah Berdirinya Juventus

SERI A - Lebih dari seabad silam, sekitar 15 orang pelajar berusia 14-17 tahun dari Sekolah Menengah Massimo d'Azeglio beserta dua orang pe-reparasi sepeda berusia 20 tahun, Eugenio dan Enrico Cavari, sering menggelar pertemuan. Dari pertemuan rutin tersebut ternyata mampu menghasilkan proyek yang positif. Tepatnya pada 1 November 1897 mereka membentuk sebuah klub sepakbola bernama Sport Club Juventus sebagai wadah untuk menyalurkan minat mereka bermain sepakbola. Juventus sendiri sebenarnya berasal dari bahasa latin "Iuventus" yang bearti muda. Nama Juventus tersebut memang sengaja dipilih untuk menandakan kalau para pendirinya adalah sekumpulan anak-anak muda. Kemudian Enrico Cavari salah satu dari pemuda paling tua juga pe-reparasi sepeda tadi, yang ahirnya menjabat sebagai Presiden pertama klub ini. Pada masa jabatannya juventus sering bergonta - ganti homebase. Namun disamping itu, sepak terjang di dunia sepakbola lokal disegani para pesaingnya yang lebih dulu berpengalaman. Pada masa debutnya di kejuaraan Italia tahun 1900 kostum yang digunakan juventus berwarna pink. Sementawa kostum hitam putih baru mereka gunakan pada tahun 1903. Pergantian warna kostum sendiri terjadi karena kostum yang dipesan di Nottingham County salah warna, yang seharusnya hitam pink menjadi hitam putih. Dan dari warna kostum hitam putih itulah julukan I Bianconeri yang bearti Hitam Putih serta Le Zebre yang bearti Si Zebra. Seiring dengan sukses Juventus meraih gelar demi gelar diberbagai kompetisi, julukan - julaukan lain mulai bermunculuan. Adalah La Vecchia Signora julukan yang mempunyai arti Si Nyonya Tua. Julukan itu sendiri diberikan oleh tifosi Juventus dengan maksud membanggakan klub tersebut yang sudah kenyang pengalaman, prestasi dan kebesaran. Atau dengan kata lain Nyonya adalah panggilan untuk orang yang dihormati, Tua menunjukkan orang yang memang sudah sarat akan pengalaman. Julukan tersebut muncul seiring dengan merebaknya kelompok supporter Juventus di kota Turin yakni pada tahun 1970-an, dan semakin ramai lagi pada tahun 1980-an. Lebih tepatnya pada musim 1981/1982, yaitu saat Juventus meraih scudetto yang ke-20, yang kemudian membuat Juventus kembali menerima Stella d’Oro al Merito Sportivo atau bintang emas untuk yang ke-2 kali. Tak puas dengan julukan itu, para Juventini membuat satu julukan lagi. La Fidanzata d'Italia adalah julukan yang kemudian mereka berikan kepada klub kesayangannya itu. Julukan yang bearti Kekasih Italia itu diberikan dengan maksud bahwa sebagai klub terbesar di Italia yang menjadi kebanggaan sebagaian besar rakyat negeri pizza, Juventus layak bersanding dengan Timnas Italia yang dicintai semua kalangan masyarakat Italia. Dengan kata lain jika Timnas Italia dicintai seluruh warga Italia, maka Juventus dijadikan kebanggaan lebih dari 10 juta warga Italia. Jumlah yang jauh dibandingkan jumlah tifosi AC Milan yang menduduki urutan ke-2.

Jeny oohhh Jeny

Cerita yang akan aku tulis ini sebuah kejadiannya dari sifat salah seorang teman ku. Namun didalam cerita ini akan aku samarkan nama pelakunya tersebut.

Jeny, aku mengenal sosok Jeny kurang lebih dua tahun yang lalu. Aku mengenal Jeny dari salah satu temanku, sebut saja namanya Fitri, yang menurut Fitri dia adalah teman dekatnya di kampus. Jeny yang aku lihat pertama kali seperti orang yang berperilaku baik, namun ada satu sifatnya yang kurang baik dikala itu. Yaitu, dia sebagai wanita perokok berat. Tapi aku baru benar benar mengenal karakter dan sifat Jeny dalam kurun waktu enam bulan belakangan ini. Lama tidak bertemu, ternyata dia sudah memilik sifat yang aku rasa benar benar buruk. Ternyata si Jeny sudah menjadi wanita penikmat alkohol dan obat obatan. Memang kaget kala itu aku melihat dia.

Aku sempat perfikir heran, apa yang dia lakukan sekarang ini?, segala macam jenis obat obatan disikatnya dengan penuh nafsu. Tidak ada kompromi dengan segala jenis obat. Entah apa yang ada didalam otak dan fikirannya aku tidak mengerti. Kemudian aku menghubungi teman ku yang bernama Fitri, aku ceritakan semuanya tentang Jeny. Dia pun terheran, seolah tak percaya apa yang aku ceritakan.

Setelah aku mengenal sifat dan karakter Jeny yang sekarang ini, aku sudah tak ada simpatik dan keinginan untuk berteman kembali. Karena bukan hanya soal dia mengkonsumsi alkohol dan obat obatan, yang membuat aku enggan untuk berteman. Diluar hal itu, Jeny sendiri memiliki sifat pembohong menurut aku. Semua ucapan dan fakta selalu berbeda. Dan selalu menyusahkan jika bermain dengan dia, karena Jeny selalu tidak mau pulang jika waktu sudah larut malam. Teman teman ku yang lain pun sampai dibuat kelimpungan dengan sifat dia yang seperti itu. Bagaimana mungkin seorang wanita, tidak mau pulang ke Rumah dikala waktu sudah hampir subuh. Itu jelas jelas sangat menyusahkan.

Dan belum lama ini aku baru mengetahui sifat yang nyata dan bahkan teramat buruk menurut ku. Ketika itu aku dan teman ku mengantarkan Jeny yang dalam keadaan mabuk untuk pulang kerumah. Tapi aku baru mengetahui ternyata Rumah yang selama ini diakui oleh Jeny adalah bukan Rumahnya. Aku baru mengetahui hal itu dari salah satu teman ku yang ikut mengantar Jeny pulang. Memang kami setiap mengantar Jeny pulang selalu sampai depan pagar, dan Jeny selalu menyuruh kita untuk segera pergi setelah dia sampai di depan pagar, dengan alasan takut orang tua nya keluar. Setelah aku pikir pikir ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh salah satu teman ku itu. Dan akhirnya setelah mengantarkan Jeny turun dan persis berada didepan pagar Rumah yang selalu dia akui, kami semua bergegas untuk pergi dari sana. Namun setelah aku dan teman ku mulai agak menjauh dari Jeny, kami semua memutuskan untuk membuktikan perkataan dari salah satu teman ku. Dua orang teman ku keluar dari dalam mobil untuk mengintip dari ujung gang, aku tetap berada didalam mobil bersama seorang teman ku. Kemudian dua orang teman ku yang mengintip dari ujung gang pun, telah kembali masuk ke dalam mobil. Dan ternyata benar, kalau Rumah besar yang biasa diakui oleh Jeny itu adalah bukan Rumahnya. Menurut dua orang teman ku yang tadi memata matai Jeny, dia mengatakan jika Jeny masih terus jalan lebih dalam ke arah gang yang lumayan kecil. Aku pun terheran, sejenak berfikir tentang apa yang ada didalam otak si Jeny. Kenapa dia juga harus berbohong dengan tempat tinggalnya. Apa tempat tinggalnya kecil atau buruk?, sehingga dia malu untuk menunjukan kepada teman temannya.

Kita sebagai mahluk hidup, sudah sepantasnya selalu bersyukur dengan segala karunia yang diberikan oleh Tuhan. Karena masih banyak orang yang kurang beruntung dari pada kita. Tidak usahlah malu atas apa yang sudah dimiliki. Tapi malulah jika selalu berbuat kesalahan.

Renungkan dan Pahami (tulisan satu tahun yang lalu)

Tak ada henti hentinya negara kita ini dilanda bencana.. Mulai dari kasus politik, tauran dimana mana, dan yg terakhir bencana alam.. Apa yang harus kita perbuat?.. Apa kita harus menyalahkan perilaku bangsa kita.. Sehinga Tuhan menegur keras melalui bencana alam.. Ada yg berpendapat bahwa kejadia ini semua akibat ulah manusia itu sendiri.. Tapi apa ada manusia yg tak luput dari dosa?.. Sepertinya tidak ada.. Karena ke sempurnaan hanya Tuhan yg punya.. Aku rasa tujuan Tuhan memberikan kita cobaan seperti ini sebagai ujian buat bangsa kita yg sedang porak poranda.. Ujian yg sangan berat memang.. Tuhan mungkin ingin melihat sejauh mana kesabaran dan rasa persaudaraan bangsa kita terhadap hal ini.. Apa kita harus berdiam diri? Atau kita harus menunggu instruksi agar kita mau membantu sesama.. Aku rasa hanya orang bodohlah yg berperilaku seperti itu.. Andai ada kesempatan untuk aku menginjakan kaki dilokasi bencana aku tak akan menyia nyiakan kesempatan itu.. Ingin rasanya menghibur anak anak kecil yg ada disana.. Aku yakin tarauma akan terus menghantui dibenak anak anak itu.. Kalau bukan kita yg peduli terhadap mereka siapa lagi?.. Apa kita harus berharap kepada pemerintahan kita yg sedang sibuk sibuknya menghabiskan uang rakyat untuk study banding ke luar negri?.. Hmmm sulit rasanya..

Saya menulis ini bukan atas ingin cari simpati.. Tapi coba kalian pikirkan lebih mendalam.. Bagaimana jika anda atau keluarga tercinta anda yg terkena musibah.. Kita semua saudara.. Sudah sepantasnya jiwa sosial kita lebih ditanamkan sejak dini..