Pages

Minggu, 25 Desember 2011

KOMA

Lagu 'If You're Gone' dari Rob Thomas menemaniku untuk memulai tulisan ini. Kali ini balkon rumah menjadi tempatku menikmati suasana malam ini. Sambil mataku terus tertuju ke atas langit, mencari bintang di malam hari. Tapi tak ada satupun bintang yang muncul pada malam ini.

Aku membakar sebatang rokok, dan kembali menulis tentang apa yang aku rasakan selama ini. Ya, dia lagi dan dia lagi. Entah sampai kapan aku terus berada dalam pusaran ke tidak pastian. Terlalu banyak ketidak pastian yang aku terima, dan hanyan menunggu. Aku tarik tiap hisapan rokok yang aku bakar. Sambil melihat kearah mana asap itu pergi. Ku hisap kembali dan aku bayangkan jika harapan yang aku dapat itu hanya seperti kumpulan asap. Yang perlahan-lahan akan menghilang ditiup sang angin. Begitu seterusnya.

Play list lagu di BlackBerry pun berganti. 'I will Survive'. Sontak lagu itu seperti mengingatkan aku untuk segera berjuang keluar dari situasi ini. Tapi aku sadar, tidak akan mudah keluar dari ini semua. Kenapa begitu? Terlalu banyak kenangan manis yang telah aku jalanin bersama dia. Bagiku dia seperti wanita dari planet lain. Dia bisa membuat perbedaan dalam setiap hari-hari yang aku lalui. Setiap malam aku terus berfikir. Sedang apa dia dengan kekasihnya itu. Tertawa, diskusi, atau bercinta?. Sebenarnya itu bukan hal penting yang harus aku pikirkan. Seharusnya aku tetap fokus berfikir mencari cara yang tepat untuk membawaku keluar dari semua ini.

Aku harus sadar. Sesunguhnya bola sedang berada dikakiku. Satu passing yang aku lakukan akan menjadi fatal jika salah tujuan. Kesalahan bisa menyulitkan aku untuk menuju sebuah goal. Ya, aku harus melangkah dan ambil sikap tegas dari semua ini. Meskipun seribu kata sayang keluar dari mulutnya. Karena yang aku butuhkan hanyalah kepastian dan keberanian dalam menentukan pilihan. Memang setiap pilihan itu pasti ada konsekuensi yang harus ditangung. Tapi tentunya aku harus mencari dimana konsekuensi terkecil yang akan aku dapat, jika mengambil sebuah keputusan.

Koma. Ya, itulah yang sedang aku alami. Koma dalam mengambil keputusan. Koma dalam situasi. Koma dalam kepercayaan diri.

ABSURD

Gw gak ngerti apa sebenernya yang gw cari dari dia. CINTA?. Terkadang rasa putus asa terus dateng. Semakin sering gw liat Avatar Twitter-nya itu bikin gw drop. Ditambah kondisi internal yang gak bagus-bagus amat. Ya, nambah bikin drop dan suntuk.

Saat kaya gini gw butuh temen buat curhat dan temen buat ngeluapin keluh kesah gw. Tapi siapa?. Yang ada di otak gw cuma dia. Yaa, dia yang ada di Ciputat. Bisa ketemu dia aja udah cukup buat ngelupain hal-hal yang gak ngenakin dipikiran. Gw sadar sesadarnya, gw gak punya hak buat terlalu intens ketemua dia. Yudh, MemoPad sama Blog jadi temen gw buat curhat deh.

Entah, mungkin ini yang bikin rasa benci gw sama Desember itu semakin besar. Susah banget buat keluar dari semua situasi ini. Rasa capek semakin dan semakin besar. Tapi apa boleh dikata? Gw harus lawan itu semua. Dan berharap January cepet dateng dan ngegiring gw keluar dan pergi jauh dari ini semua. Hidup emang gak segampang bacot si Mario yang katanya Teguh. Ya, tapi apa boleh dikata. Gw cuma manusia biasa. Gw butuh orang hebat yang bisa ngasih support untuk menopang gw supaya tetep berdiri tegap.

Disisi lain. Ada beberapa orang yang sering curhat dan minta saran dari gw. Tapi, dia gak pernah tau kalo sebenernya gw ini dalam keadaan koma. Lebih tepatnya koma disegi mental dan kepercayaan diri. Entah apa yang membuat mereka nyaman dengan semua saran dan kritik dari gw. Apa karena gw berhasil menipu mereka, dengan menunjukan diri kalo gw baik-baik aja dengan situasi ini. Ya, memang sih ada beberapa orang yang bilang gw hebat dan mereka salut, karena gw bisa bertahan dalam situasi ini. Tapi mereka gak pernah sadar kalo gw koma. Entahlah.

Berharap yang di Ciputat untuk tetap terus ada buat gw? Rasanya itu mustahil. Iyalahhh mustahil. Dia itu udah milik orang lain, lagi pula orang tua yang di Ciputat juga lebih seneng sama pasangan anaknya yang baru. Laah gw? Siapa gw? Hahahaa. Cuma bisa menghayal tiap hari.

Socrates sendiri pernah bilang ke Plato. "Semakin kau cari kesempurnaan, semakin tak pernah kau dapatkan". Yaa yaa yaa yaaa itu memang benar. Kodrat manusia itu sendiri memang tidak pernah ada puasnya. Apa yang udah dia dapat, dia akan selalu berfikir, jika akan ada yang lebih baik didepan sana. Meskipun itu baru sekedar mengira-ngira.

Ahh semakin gak jelas aja alur cerita ini. Sunguh absurd. Tapi sudahlah jangan pernah pikirin ujung perjalanan ini. Toh, ujung perjalanan ini nanti-nantinya juga berurusan dengan Tuhan.

Yaa, sekarang banyak-banyaklah melakukan hal positif dan menghibur untuk orang lain. Dengan menghibur orang lain, maka kalian bakal banyak disayangin orang. Kaya gw ini loh. Banyak orang yang sayang sama gw. Heheheheee sedikit narsis. Ehh, tapi dengan catetan! Jangan menghibur orang kalo ada maunya dan pilih kasih. Semua sama kok.

"what it can't kill you. will make you stronger". Kutipan dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Filsuf asal Jerman. Tapi yaa sudahlah, gak penting-penting amat. Yang penting gw suka sama kalimat itu.

Entah sampe kapan gw bisa kuat berada didalam situasi seperti ini. Situasi yang sangat amat sulit untuk gw cari jalan keluarnya. Mungkin, cepat atau lambat gw bakal pergi jauh tanpa bisa menyelesaikan situasi di dalam kehidupan gw. Bisa dibilang pergi sebagai pecundang. Ya, pecundang yang pergi tanpa mau menantang maut. Secepatnya gw akan pergi. Itu PASTI.