Semua berawal dari kepanitiaan Orientasi, awal aku melihatnya dia sangat biasa saja. Namun Nani memiliki senyum yang sangat istimewa. Aku pun mencoba untuk lebih memperhatikan setiap gerak-geriknya. Yaa, ternyata dia memang memiliki wajah yang biasa saja, namun ketika dia senyum dan tertawa ada sesuatu yang spesial. Dia terlihat sangat menarik. Aku pikir wanita seperti itu tidak akan pernah bosan untuk dipandang. Menurutku, Nani sendiri tipikal wanita yang ramah dan mudah beradaptasi dengan orang lain.
Dan lucunya aku tidak sengaja melihat dia menangis. Entah mengapa dia menangis aku tidak tahu. Wajahnya semakin menarik ketika mengeluarkan air mata. Ketika dia menangis aku tidak mau mencoba untuk menenangkannya, karna aku tak mau ada yang melihat dan salah menafsirkan maksudku. Lagi pula ketika sedang menangis dia sudah terlebih dahulu ditenangkan oleh Ketua Orientasi. Akupun pergi dengan rasa penasaran kenapa dia menangis.
Ternyata bukan aku seoranglah yang tertarik dengan Nani. Kurang lebih ada tiga orang termasuk dengan diriku. Dua orang ini terlihat begitu aktif dan argesif dalam pantauanku. Tapi dengan keaktifan dan keagresifan mereka, tak lantas harus membuatku untuk ikut meniru caranya. Bukan tipikalku bergerak secara aktif dan agresif demi mendapat perhatian wanita. Aku lebih suka memilih Defensif. Lagi pula Nani juga sudah memiliki kekasih. Jadi buat apa aku harus ikut aktif dan agresif?.
Selasa sore disebuah Toserba Hang Lekir. Hampir seluruh panitia Orientasi berkumpul disana. Dan tenyata Nani juga hadir disana. Kami semua berbincang bincang. yaa, entah apa yang dibicarakan aku tak mengerti. Aku pikir itu evaluasi, tenyata hanya berkumpul biasa. Namun awal aku tiba disebuah Toserba ternyata aku duduk dimeja yang sama bersama Nani dan yang lain. Aku duduk diposisi Utara dan Nani duduk diposisi Selatan. Dengan posisi duduk seperti itu tak lantas membuat kami bersendagurau sambil berbincang. Sebenarnya aku ingin mengajak dia untuk berbincang sealakadarnya. Namun, tidak ada keberanian dari diriku.
Tak terasa waktu sudah hampir Magrib. Nani pun pamit kepada kita semua untuk pulang kerumah. Dan sekitar satu jam setelah Nani pulang, ada beberapa orang yang berkata padaku "lu, suka sama Nani?" Aku pun terkejut mendengar pertanyaan itu. "Lu, ngomong apa sih?" Nada sepontan itu langsung keluar dari mulutku. Suasana mulain berubah, banyak yang bertanya apa benar aku suka sama Nani. Dan aku menjawab "iya, gw tertarik sama dia. Tapi dia udah punya pasangan" sampai sekarang aku masih heran, kenapa bisa muncul pertanyaan seperti itu, sedangkan aku hanya bicara kepada satu orang kala itu. Namun orang yang tahu hal itu, dia tidak hadir bersama kami.
Akupun tak mau ambil pusing hal unik ini. Aku tahu ini hanya sekedar rasa tertarik yang sesaat. Karena mungkin esok, lusa, dan bahkan seterusnya, aku dan Nani tidak akan saling tatap muka kembali. Walaupun sebenarnya aku "ingin".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar