Pages

Kamis, 27 Oktober 2011

Berartikah Sumpah Pemuda?

28 Oktober 1928 merupakan salah satu bukti bagaimana besarnya andil para Pemuda dan Pemudi Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Ratusan Tahun tertindas dan dijajah, membuat para Pemuda Indonesia bersatu demi menjaga harkat dan martabat suatu Bangsa. Perjuang dan tekad para Pemuda itulah yang mengantarkan Indonesia ke gerbang kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Rumusan Sumpah Pemuda itu sendiri ditulis oleh Moehammad Yamin. Dan dibacakan oleh Soegondo.
Yang berisi sebagai berikut.

1.Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

2.Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

3.Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Tapi, apa masih banyakkah para Putra dan Putri Indonesia yang paham isi Sumpah Pemuda? atau mungkin masih adakah Putra dan Putri yang hafal isi Sumpah Pemuda?. Sunguh mengherankan dan memang ini nyata! Dari Lima orang teman yang saya ajukan pertanyaan berkaitan dengan perihal Sumpah Pemuda, hanya dua yang mampu menjawab isi Sumpah Pemuda. Kedua orang tersebut bernama Nurhidayat dan Mita. Mereka berdua mampu menyebutkan isi Sumpah Pemuda.

Nurhidayat sendiri mengatakan dia belum bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Meskipun dia tidak tahu sejauh mana sejarah lahirnya Sumpah Pemuda, namun, kelak ia berciat-cita untuk memberantas Korupsi di Negara ini. Sedangkan Mita sendiri mengatakan lupa dengan sejarah lahirnya Sumpah Pemuda. "Belajar dan meraih nilai yang baik dibidang pendidikan, itu sudah cukup untuk memberikan andil bagi penerus Bangsa". Masih menurut Mita, "dengan belajar dan mendapatkan pekerjaan yang baik itu sudah pasti akan berefek baik untuk Negara ini".

Mereka berdua hanyalah sebagian contoh kecil dari Ribuan Pemuda yang masih mempedulikan Bangsa ini. Tapi, sadarkah kita, seberapa penting kita menghafal dan memahami isi Sumpah Pemuda?. Menghafal tanpa menjalankan maksud isi Sumpah Pemuda tersebut jauh lebih buruk dari pada seorang yang tidak hafal dengan isi Sumpah Pemuda.

Belum lama ini, saya melihat para Pemuda yang menderita HIV Aids mampu mengharumkan nama Indonesia dipentas dunia, yaitu juara di Turnamen Homeless World Cup 2011 Paris. Melalui wadah Rumah Cemara, mereka mampu Finis diperingkat enam dari tujuh puluh peserta. Indonesia sendiri berhasil meraih penghargaan pendatang baru terbaik. Dan Ginan Koesmayadi salah satu pemain Indonesia diajang HWC 2011 mampu membawa pulang penghargaan Best Player diajang tersebut.

Sebagai Pemuda penerus Bangsa saya peribadi lebih cenderung banyak mengeluh terhadap pemerintahan ini, tanpa harus tahu apa yang meski saya perbuat. Mereka yang hidup dengan penyakit yang mematikan justru mampu memberikan kontribusi yang sangat membanggakan untuk Bangsa ini.

Contoh tersebut semoga mampu memberi Spirit untuk para pemuda, agar dapat berjuang dan bersemangat melalui hari-hari yang positif untuk Bangsa ini. Seperti didalam syair lagu Nasional - Bangun Pemuda Pemudi - karya A.Simanjuntak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar