Kau yang sangat paham dengan teori cinta: mencintai, mengasihi, dan memberi segalanya termasuk kesabaran. Tapi sesunguhnya kau kurang fasih dalam menerapkan peraktik. cinta. Begitu mudah melepas, begitu mudah perpaling, dan begitu mudah menghapus.
Ya, aku bisa saja berbuat apa yang telah kau lakukan sekarang ini. Tapi itu bakanlah "aku" ya, aku tidak bisa dengan mudah membuang semua memory-memory Indah. Yang aku tau, definisi cinta itu: "mampu atau tidaknya. seseorang menjaga keutuhan cinta, sekalipun mendapat kekecewaan yang mendalam".
Kadang ada yang mengatakan "Cinta tidak harus memiliki" ya, itu tidaklah salah. Tapi menurutku itu cuma berlaku untuk orang-orang yang berputus asa. Kenapa aku bilang itu orang-orang putus asa?. Jika dia tidak bisa mengejar cintanya, percayalah cepat atau lambat dia akan melupakan dan berpaling. Tapi sudahlah, ini semua tak lepas dari kesalahanku. Kejarlah semua hal yang kau "cinta". Jangan mudah untuk kau lepas kembali. Kejarlah, kejarlah!!. Jangan pernah lelah untuk mengejar.
Tapi entah mengapa, keyakinan tentang ekspektasi ku kepada delapan, amat teramat besar. Saat surat ini aku tulis. Aku yakin, cinta delapan untuk ku masih sangatlah besar. Jika secara kasarnya "kau hanya mencari pelarian". Kau cari pelarian karena kau telah tertipu dengan semua kepura-puraan ku. Pura-pura tak mencintai mu, pura-pura membenci mu, dan pura-pura melupakan mu.
Maaf jika praduga ku salah dalam menerka. Namun, jika praduga ku ini benar. Aku mohon dengan sangat kepada. delapan: katakan jika kau memang cinta, berharap, dan menginginkan aku. Ayo! Kita keluar dari kepura-puraan ini sebelum semua terlambat lebih jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar